Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Saturday, June 1, 2013

Angin



Keesokan harinya ketika Nona terbangun,
Nona sadar bahwa memang sudah jadi kodrat Tuan Angin untuk terus berlari.
Kepakan-kepakan sayap Tuan hanya sebentuk udara
lalu hilang sekelebat.


Malang, 2013

Saturday, April 20, 2013

Nona Manis dan Tuan Gerimis



Alkisah hiduplah Nona Manis dan Tuan Gerimis
Tuan Gerimis yang kesepian dan Nona Manis yang terus saja menangis
Hatinya gampang teriris
Aku ingat hari itu hari Kamis
Tuan Gerimis sedang melukis
Ditemani Nona yang sudah berhenti menangis
Kini hidungnya kembang kempis
Membuat geli Tuan Gerimis dengan kumisnya yang tipis-tipis

Tuesday, April 9, 2013

Antara Koma, Titik dan Tanda Tanya

Aku terjebak di antara kata-kata.
Tidak tahu hendak kemana, hendak melakukan apa.
Kata-kata ini, bagaimana aku harus merangkainya?
Harus kumulai darimana?
Disini? Disana? Atau malah di tengah, di antara keduanya?
Lalu bagaimana dengan akhirnya?
Harus kuakhiri dengan cara yang bagaimana?
Ada satu kata yang agaknya terlambat tercipta; "kita".
Kutemukan saat coba menyatukan kata "aku" dan "kamu".
Tapi kata itu tertambat disana. Cukup lama
Lalu, haruskah kuberi jeda dengan koma?
Atau, bagaimana jika kuakhiri dengan titik saja?
Bagaimanapun hal ini masih saja menyisakan tanda tanya.
Barangkali "aku", "kamu", atau "kita" tidak akan bisa menjawab.

Saturday, November 10, 2012

Sapa sore



Ada perbedaan antara pagi dan sore hari, tentang alasan kenapa keduanya diciptakan.

Dan mengapa saya menyukai sore hari?

Dia memang bukan yang pertama karena selalu ada pagi yang mendahului.

Tapi sore adalah yang terakhir mengiri kepergian Matahari.

Dan Tuhan menciptakan sore hari agar kamu dapat mengikhlaskan apa-apa yang bukan milikmu terbenam bersama Matahari.